Saturday, November 22, 2008

FIQAH DAULAH - 5. ISLAM POLITIK - Solat dan Politik

 

 
FIQAH DAULAH DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN DAN SUNNAH
Oleh Dr Yusuf al-Qardhawy
 

5. ISLAM POLITIK

 

Solat dan Politik

Sekalipun orang Muslim sedang solat, boleh saja dia terjun ke kancah politik, iaitu tatkala dia membaca ayat-ayat dari Kitab Allah yang berkaitan dengan masalah yang disebut politik. Sesiapa yang membaca ayat-ayat dalam surah Al-Maidah yang menyuruh untuk menetapkan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, yang menganggap sesiapa pun yang tidak menetapkan perkara menurut apa yang diturunkan Allah sebagai orang kafir, zalim dan fasik, bererti dia telah terjun ke kancah politik.

"Dan barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir." (Al-Maidah: 44)

"Dan barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim." (Al-Maidah: 45)

"Dan barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik." (Al-Maidah: 47)

[ Komen saya: Ini dia tuan-tuan, heran kita, macamana masih ada golongan yang kata politik takdak dalam Islam? Sedangkan Dr Yusuf al-Qardhawi kata, dalam solat pun ada politik. Saya tak bermaksud nak kata kat HT maupun Tabligh sebab depa ada agenda depa sendiri dalam berpolitik. Yang depa tolak hanyalah sistem demokrasi, tu saja. Takpa ini kita akan terangkan nanti kepada mereka dalam masa yang akan datang. Yang saya maksudkan di sini, kebanyakan saya lihat yang tak mau kepada politik ialah golongan wanita dalam katogeri otai. Yang muda-muda dalam 20an/30an sejak mutakhir ni nampak boleh terima cerita politik semasa sebab harga barang naik punya pasal. Tapi golongan 40an ke atas ni agak susah sikit. Bila kita cerita pasai politik, mulalah depa rasa nak pening kepala-lah, nak muntahlah, macam-macam depa rasa. Depa jadi macam tu, kemungkinan salah dari segi penyampaian kita la kot pasai pi cerita politik kepartian yang depa tak minat. Tapi kalau kita cerita politik semasa yang relate dengan ayat-ayat al-Quran (contohnya seperti ayat-ayat dalam Surah al-Maidah di atas), pun depa rasa pening juga, kita nak kata apa kat golongan macam ni tuan-tuan? ]  

Sekalipun bacaannya ini dianggap sebagai penentangan secara ekstrem, sebab dia membaca ayat-ayat ini sambil mengarahkan tuduhan terhadap sistem yang diberlakukan pemimpin, kerana memang pemimpin ini sesuai dengan sifat kufur, zalim atau fasik, atau bahkan semua sifat ini melekat pada dirinya.

[ Komen saya: Ini lagi la, kat M`sia ni kalau kita baca ayat-ayat Quran sebagai dalil untuk kritik para pemimpin, silapharibulan boleh kena ISA la jawabnya. Jangan buat pasai. Berapa ramai ustaz-ustaz kita disumbat dalam ISA hari ni pasai benda-benda macam ni? Jauh lebih ramai dari 5 anggota hindraf, yang riuh dalam media tu. Yang ustaz-ustaz tu dah dibelenggu, ada yang lebih dari 2 tahun, namun media dengan kita sekali masih membisu. ] 

Contoh lain adalah bacaan ayat-ayat yang berisi peringatan untuk tidak setia kepada non-Mukmin:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang kafir menjadi penolong dengan meninggalkan orang-orang Mukmin. Inginkah kalian mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyeksa kalian)." (An-Nisa`: 144)

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil musuh-Ku dan musuh kalian menjadi teman-teman setia yang kalian sampaikan kepada mereka (khabar-khabar Muhammad), kerana rasa kasih sayang." (Al-Mumtahanah: 1)

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian ambil menjadi teman kepercayaan kalian orang-orang yang di luar kalangan kalian (kerana) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagi kalian. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi." (Ali Imran: 118)

Qunut nazilah seperti yang ditetapkan dalam fiqah, iaitu doa yang dibaca dalam solat-solat wajib setelah bangun dari rukuk pada rakaat terakhir, terutama dalam solat-solat jahr (yang dibaca secara nyaring), merupakan sesuatu yang disyariatkan tatkala orang-orang Muslim ditimpa cubaan, seperti berperang melawan musuh, ditimpa gempa, banjir, kelaparan dan sebagainya.

Kami masih ingat bagaimana Al-Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna yang menetapkan hukum syariat ini tatkala rakyat Mesir sedang menghadapi Inggeris, seperti yang diterbitkan di harian al-Ikhwanul-Muslimun. Al-Banna meminta orang-orang Muslim agar membaca qunut di dalam solat mereka untuk menghadapi penjajahan Inggeris. Al-Banna mengusulkan lafaz yang mesti dibaca. Meski tak seorang pun yang menyambutnya, namun kami masih hafal betul lafaz itu, yang juga sentiasa kami baca dalam solat. Kandungan bacaan qunut ini adalah:

"Ya Allah Rabb semesta alam yang melindungi orang-orang yang ketakutan, yang menghinakan orang-orang yang sombong dan yang membinasakan orang-orang yang sewenang-wenang. Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahawa bangsa Inggeris itu yang telah merampas dan menduduki negeri kami, mengambil hak kami, berbuat sewenang-wenang di negeri kami lalu menyebarkan kerosakan di sana. Ya Allah, singkirkanlah dari kami tipu muslihat mereka, pecahlah kekuatan mereka, singkirkanlah kekuasaan mereka dari bumi-Mu dan jangan biarkan mereka mendapat jalan untuk menghalangi hamba-hamba-Mu yang Mukmin. Ya Allah, hukumlah mereka dan para penolong mereka, atau sesiapa pun yang membantu dan bekerjasama dengan mereka dengan hukuman yang dijatuhkan Zat Yang Maha Perkasa lagi Maha Berkuasa."

Begitulah kita terjun di kancah politik selagi kita mendirikan solat dengan khusyuk. Ini merupakan tabiat Islam, yang di dalamnya agama tidak memisahkan diri dari dunia, dan dunia tidak memisahkan diri dari agama. Al-Qur`an, sunnah dan perjalanan sejarah Islam tidak pernah mengenal agama yang berjalan tanpa daulah dan daulah berjalan tanpa agama.


__._,_.___
Assalamulaikum wbt
Group ini diwujudkan untuk merapatkan hubungan sesama muslim di alam cyber. Adalah diharapkan ahli group ini dapat menghantar artikel yang dapat meningkatkan ketaqwaan kepada Allah S.W.T. Semoga usaha kecil ini mendapat keredhaan-Nya.
Kebaikan harus dilakukan walau di mana kita berada
untuk melanggan email ke : ingatan-subscribe@yahoogroups.com untuk menghantar message ke: ingatan@yahoogroups.com


http://groups.yahoo.com/group/ingatan/join
HTPP://www.yahoogroups.com/group/ingatan
ISLAM IS THE WAY OF LIFE
BELILAH BARANGAN BUATAN ORANG ISLAM, BANTULAH EKONOMI ISLAM

Ya Allah ! Selamatkanlah Umat Islam di seluruh dunia ini.

Betulkan anda niat dalam melakukan sesuatu kerana Allah S.W.T

Firman Allah bermaksud: “Makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu dan syukurilah nikmat Allah, jika hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (Surah An-Nahl, ayat 114)

INGAT !!!!
MAKANLAH MAKANAN YANG HALAL DAN DAN DIUSAHAKAN OLEH UMAT ISLAM
SIMPAN DUIT DI INSTITUSI PERBANKAN ISLAM
TUNAIKAN ZAKAT
TUNAIKAN SOLAT
BERIKANLAH DUIT BUAT IBU BAPA
SEDEKAHKANLAH DUIT UNTUK AMAL JARIAH

All views expressed herein belong to the individuals concerned
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups

Going Green Zone

Learn to go green.

Save energy. Save the planet.

Dog Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about dogs.

.

__,_._,___

DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain confidential information. You are hereby notified that the taking of any action in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than the intended recipient(s) is strictly prohibited. If you have received this Message in error, you should delete this Message immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information in this Message that do not relate to the official business of PETRONAS or its Group of Companies shall be understood as neither given nor endorsed by PETRONAS or any of the companies within the Group.

No comments: